Madrid vs Milan Di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, malam ini, Mourinho akan memimpin klubnya untuk ke-75 kalinya di ajang Liga Champions. Ini rekornya: dua gelar bersama dua klub berbeda, FC Porto dan Inter Milan.
Di Bernabeu pula, malam ini Real Madrid bakal tampil untuk kesekian kalinya di pentas Liga Champions. Rekor mereka: sembilan kali juara, terbanyak di antara klub-klub lainnya.
Mereka hanya bisa didekati AC Milan, juara tujuh kali, yang malam ini mereka hadapi. Ironisnya, di Bernabeu pula, musim lalu, Milan mampu membekap Real Madrid 3-2 lewat dua gol Alexandre Pato dan satu lagi dari Andrea Pirlo.
Tak heran, Pirlo pun berharap hasil serupa akan terjadi malam ini. Sebuah impian yang bukan tak mungkin terwujud. Dalam tiga pertandingan terakhir di Seri A, Milan selalu menang.
“Tim ini mengingatkan saya terhadap Milan di era (Carlo) Ancelotti saat kami main dengan trequartista, dengan Kaka atau dengan Rui Costa. Kami mulai main dengan cara ini lagi, sesuatu yang membawa sukses besar bagi kami selama ini,� tutur Pirlo.
Trequartista Milan adalah Ronaldinho di belakang Zlatan Ibrahimovic dan Pato. Ibrahimovic memiliki peran penting karena dialah pemborong tiga gol Milan di ajang Liga Champions musim ini.
- “Apakah mereka takut dengan saya? Jika begitu, saya senang. Tapi, saya berusaha bekerja keras untuk tim. Sebab, hanya dengan tim kita bisa melaju jauh,� tutur Ibra.
- Tapi, Real Madrid juga sedang onfire. Dalam dua pertandingan terakhir saja, mereka mengemas 10 gol.
Menakutkan? Tentu. Salah satu faktornya adalah makin menyatunya trio Mesut Ozil, Cristiano Ronaldo, dan Gonzalo Higuain. Mereka, utamanya Ronaldo dan Higuain, bukan lagi pemain selfish. Lihat saja, dari 10 gol tersebut, empat dicetak Ronaldo, tiga dari aksi Higuain, dan satu dari Ozil. Semua tercipta berkat dua assist Ozil, Ronaldo, dan Higuain.
Dan, Mourinho, sebagaimana biasa, selalu hadir dengan kejutan. Baginya, duel lawan Milan, sama saja dengan pertandingan menghadapi klub-klub lain. Dia tak terpengaruh meski kedua klub sudah mengoleksi 16 trofi Liga Champions sejauh ini.
“Kami sudah memainkan sembilan partai musim ini dan tak ada yang lebih penting dibanding yang lainnya. Tak ada lawan yang harus lebih kami hormati dibanding yang lainnya. Mereka memang lawan yang punya sejarah. Tapi, ini tetap satu pertandingan. Jika kami menang, besoknya tetap Rabu, dan jika kami kalah, besoknya juga Rabu,� tegasnya.
Toh, tak semua anggota di kubu Real Madrid sepakat dengan Mourinho. Kiper Iker Casillas percaya, ini adalah partai terpenting sejauh ini. Dia menilai Milan juara sejati dan skuadnya sangat tangguh.
“Saya setuju dengan Mourinho yang menyatakan ini hanya satu pertandingan lagi, tapi pada saat yang sama ini adalah (duel) Real Madrid-Milan,� katanya.
Tak banyak persoalan yang dihadapi kedua kubu dalam duel ini. Pelatih Milan, Massimilano Allegri tetap membawa bek Thiago Silva dan kiper Christian Abbiati meski keduanya sempat mengalami cedera ringan saat menang 3-1 atas Chievo, Sabtu lalu. Kondisi Silva masih meragukan dengan cedera engkel, sedangkan Abbiati mendapatkan gangguan ringan di otot.
Real Madrid pun tak bisa menurunkan Sergio Ramos karena cedera lutut. Sedangkan Sergio Canales memang sudah tercampak dari skuad Mourinho beranggotakan 20 pemain.
Lalu, kenapa sampai bursa taruhan menempatkan Real Madrid memberi voor 1 bola untuk Milan? Bisa jadi, karena efektivitas mesin gol Madrid yang mencetak 10 gol dalam dua partai terakhir. Ada keyakinan, Madrid akan mampu mengalahkan Milan dengan mudah.
Tapi, tentu persoalan menjadi rumit jika Milan mampu mencuri gol lebih dulu.
Sebuah tawaran yang riskan sebenarnya. Yang terbaik adalah menunggu dulu dan bermain dalam bola jalan. Bisa saja main Real Madrid di bola jalan saat bursa menurun jadi ¾ atau bahkan ½ bola.
Jika punya nyali, dalam bola mati bisa saja menahan bawah lebih dulu. Tapi, tentu saja harus buru-buru mencuci jika saja Madrid tampil dominan dan trio Ronaldo-Ozil-Higuain menunjukkan efektivitasnya. Jika tidak, tahan bawah saja.
Pilihan lain yang juga cukup menggiurkan adalah main over 2 ½ gol. Keduanya adalah tipikal klub yang tampil dengan gaya menyerang dan punya pencetak gol terbaik. Sangat mungkin akan lahir banyak gol dari pertandingan ini.
Prakiraan pemain
Real Madrid: 1-Iker Casillas: 12-Marcelo, 2-Ricardo Carvalho, 3-Pepe, 17-Alvaro Arbeola, 14-Xabi Alonso, 24-Sami Khedira, 22-Angel Di Maria, 23-Mesut Ozil, 7-Cristiano Ronaldo, 20-Gonzalo Higuain.
Pelatih: Jose Mourinho
AC Milan: 12-Christian Abbiati: 77-Luca Antonini, 13-Alessandro Nesta, 33-Thiago Silva, 19-Gianluca Zambrotta, 8-Gennaro Gattuso, 21-Andrea Pirlo, 10-Clarence Seedorf, 80-Ronaldinho, 7-Alexandre Pato, 11-Zlatan Ibrahimovic.
Pelatih: Massimiliano Allegri.